Sejarah
Menurut cerita para sesepuh Desa Wonokromo , nama “Desa Wonokromo “ terdiri dari dua kata Wono berarti Hutan dan Kromo , berarti Kawin , letak Desa Wonokromo yang berada di lereng atau sebelah selatan Gunung Bolo masih berupa hutan belantara yang banyak ditumbuhi tumbuhan Rami, ( sejenis tumbuhan yang di pergunakan sebagai bahan tali atau tampar). Pada waktu pembabatan tumbuhan Rami diketemukan Bangunan Masjid Tiban ( sekarang menjadi Masjid Jami’ atau Masjid Al Ukhuwah Wonokromo ) salah satu sumber mengatakan Masjid tersebut diketemukan tahun 1747, konon waktu itu sebagai tempat penyebaran Ajaran Agama Islam di Desa Wonokromo dan sekitarnya yang disebarkan oleh Kyai Hasan Besari dari Ponorogo yang diteruskan oleh Kyai Syai’i . Di daerah yang masih berupa hutan belantara tersebut Kyai Syafi.i menikah dengan seorang wanita setempat sehingga hutan tempat Kyai Syafi’i menikah dinamakan Wonokromo.
Desa Wonokromo pada masa- masa itu diketahui terkenal dengan hasil pertanian ( padi ) yang berkwalitas baik. Banyak warga Desa yang berprofesi sebagai pedagang beras dan yang banyak mempunyai pelanggan orang-orang kaya di Tulungagung.
Sebelum tahun 1932 tidak banyak yang isa dicatat dari kepemimpinan lurah. Adapun nama-nama masa Kepemimpinan Kepala Desa Wonokromo adalah sebagai berikut :
NO. | NAMA KEPALA DESA | Dari Tahun | Sampai Tahun |
1. | JOGO NITI | ||
2. | K JOGO LEKSONO | ||
3. | KASAN REJO | ||
4. | KASAN MUNARI | ||
5. | MARTO REJO | 1932 | 1960 |
6. | SLAMET | 1961 | 1984 |
7. | SULISTYONO | 1985 | 1993 |
8. | SOEDOER SUHARTONO | 1994 | 2002 |
9. | SAYUTI | 2003 | 2008 |
10. | GUWANDI | 2009 | 2014 |
11. 12. | GUWANDI AGHIS FAIZIN | 2014 2019 | 2019 Sampai Dengan Sekarang |
Masa kepemimpinan Lurah Marto Redjo yang dikenal dengan sebutan Mbah Demang, terkenal sebagai lurah yang tegas dan berwibawa dalam mengemban tugas sebagai jabatan lurah pada masa pemerintahan Kolonial Belanda , Kebiasaan beliau sewaktu meninjau di areal persawahan atau kondisi Desa pada umumnya dengan mengendarai Kuda atau Dokar, beliau disamping mempunyai perhatian yang lebih dibidang pertanian dan bangunan juga perhatian dibidang dibidang kesenian pada masa itu secara rutin. tahun selalu diadakan bersih Desa, dengan mengundang dalang Dimin( Dalang yang terkenal pada masanya) Masa kepemimpinan Lurah Marto Redjo yang dikenal dengan sebutan Mbah Demang, terkenal sebagai lurah yang tegas dan berwibawa dalam mengemban tugas sebagai jabatan lurah pada masa pemerintahan Kolonial Belanda , Kebiasaan beliau sewaktu meninjau di areal persawahan atau kondisi Desa pada umumnya dengan mengendarai Kuda atau Dokar, beliau disamping mempunyai perhatian yang lebih dibidang pertanian dan bangunan juga perhatian dibidang dibidang kesenian pada masa itu secara rutin. tahun selalu diadakan bersih Desa, dengan mengundang dalang Dimin( Dalang yang terkenal pada masanya) Dari masa kemasa Desa Wonokromo terkenal sebagai daerah yang aman dan Kondusif, terbukti ketika tahun 1948 terjadinya agresi militer Belanda banyak warga kota yang mengungsi di Wonokromo, tak terkecuali warga keturunan Cina. Meski berada di pengungsian mereka tetap bekerja seperti biasa.Misalnya membuat kue – kue ( Lapis, Cucur, dadar gulung dll. )pada masa itu jenis jajanan tersebut belum dikenal masyarakat Desa.
Masa Kepemimpinan Lurah Slamet setelah melalui keberhasilan pemilihan Lurah pada tahun 1960 Lurah Slamet memimpin Desa Wonokromo dari tahun 1960 – 1984 beliau dik, dikenal sebagai budayawan yang sabar dan ramah terhadap warga masyarakat , dimasa itu sekitar tahun 1963 terbentuk Club Bola Volly yang bernama VARUNA YUNIOR ( Volly Agawe Rukun Pemuda ) sapada tahun 1981. saat – saat itu Varuna Yunior menjadi Team yang sangat disegani di wilayah Tulungagung dan tak terkalahkan di wilayah Kecamatan Gondang. Sekitar tahu n 1981 terbentuklah organisasi Karang Taruna yang diberi nama WAHAN BHAKTI dan sebagai Ketua Karang Taruna adalah Achmad Pitoyo untuk pertama kalinya Listrik masuk Desa Wonokromo dan pada tahun 1982 melalui rembug Desa merencanakan pembangunan Balai Desa Wonokromo yang akan dibangun dbekas Sekolahan Induk Pembangunan Balai Desa Wonokromo mjulai dilaksanakan pada tahun 1983 dan resmi berdiri pada tahun 1984.
Masa Kepemimpinan Kades Sulistijono setelah memenangkan pemilihan Kepala Desa Wonokromo tahun 1984 , Kades Sulistijono memimpin sampai tahun 1994 pada masa kepemimpinannya beliau banyak melakukan pengembangan dibidang Pemerintahan , Pembangunan, Ekonomi dan Sosial Budaya. Dibidang olah Raga seperti para pendahulunya menjadi salah satu Team Bola Volly terkuat diwilayah Kecamatan Gondang baik team Putra maupun team Putri. Olah Raga lain yang sangat popular diwaktu itu adalah bola Kasti dimana team Bola Kasti Wonokromo dengan nama Mustika Agung menjadi team yang disegani diilayah Tulungagung yang gterkenal diwilayah kecamatan Gondang.
Masa kepemimpinan Kepala Desa Soedeor Soehardjono tahun 1994 – 2002 Desa Wonokromo sudah menjadi Desa yang berkembang sehingga pada waktu Wonokromo menjadi Desa yang berprestasi antara lain Juara II Lomba PKK tingkat I Jawa Timur dan Juara Kleompen Capir Nusa Indah Desa Wonokromo menjadi juara II ( dua ) tingkat I Jawa Timur. Disamping itu dibidang lain seperti kelembagaan Pemerintahan Desa berjalan cukup Kondusif sesuai tupoksinya masing – masing dan dilaksanakan sesuai rencana dan betanggungjawab.
Masa Kepemimpinan Kades Imam Sayuti setelah memenangkan pemilihan Kepala Desa pada tahun 2007 pada masa pemerintahan beliau banyak melakukan perobahan – perobahan system baik dibidang Pemerintahan Pembangunan maupun Kemasyarakatan tak juga dan tak lain seperti penanaman sejuta pohon diberbagai ruas Desa dan pembangunan pintu gerbang serta Musholla Balai Desa Wonokromo.
Masa Kepemimpinan Kepala Desa Guwandi setelah memenangkan pemilihan Kepala Desa pada tahun 2007 pada tanggal 7 Agustus 2007 beliau dilantik di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa oleh Bupati Ir. Heru Tjahyono M.M , dimana awal pemerintahannya beliau banyak melakukan pembenahan – pembenahan diberbagai bidang yang dirasa perlu, Falsafah Guyub Rukun benar- benar diterapkan oleh Kades Guwandi baik dibidang Pemerintahan , Pemabangunan ,Ekonomi maupun Sosial Budaya.
- Dusun Krajan
- Dusun Sumber
- DUSUN TENGGONG
Wilayah Desa
Wilayah Dusun
Batas Wilayah
- Utara: Desa Bolorejo
- Timur: Desa Jarakan
- Selatan: Desa Mojoarum
- Barat: Desa Tiudan
Visi & Misi
- Meningkatkan kwalitas pendidikan masyarakat sejak dini, yaitu dengan pengembangan PAUD dan TK, serta melaksanakan program Nasional wajib belajar sembilan tahun.
- Meningkatkan kwalitas pelayanan Kesehatan masyarakat melalui PUSKESDES, Bidan Desa dan Perawat.
- Meningkatkan Perekonomian masyarakat dengan mengembangkan program pemberdayaan ,masyarakatdan industri rumahan yang ada di Desa Wonokromo.
- Bersama-sama dengan masyarakat mencipkan situasi yang tertib dan aman,agar tercipta ketahanan masyarakat yang kokoh dan berkepribadian serta bebas dari Narkoba.
- Meningkatkan profesionalisme kinerja Perangkat Desa agar masing- masing Perangkat Desa sesaui dengan tugas dan tanggung jawabnya, dapat bekerja efektif, efisien sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan pada masyarakat.
- Mentaati dan melaksanakan peraturan perundang – undangan yang berlaku agar tercipta Pemerintahan Desa yang bersih , transparan,serta Demokratis.
- Membina dan mengayomi serta melestarikan nilai- nilai sosial budaya dan adat yang adat di Desa.
- Meningkatkan kerukunan dan kebersamaan warga masyarakat Desa Wonokromo.
- Meningkatkan kwalitas sarana Pendidikan, sarana Ibadah, sarana dan prasarana lain, secara berkala dan berkesinambungan setiap tahun.
- Mingkatkan pembinaan generasi muda dan Karang Taruna melalui organisasi yang ada.
- Mingkatkan pelayanan terhadap masyarakat dalam bentuk apapun , sertamemudahkan Birokrasi.
Perangkat Desa
Aparat desa Tulungagung periode 2016-2022

Nama Kades
Kepala Desa

Nama Sekdes
Sekretaris Desa